gentuk gentuk
tuk,,,,,, tuk,,,,, tuk,,,,,,
deret angka bertahan diotakku
aku stagnan dalam hitungan angka sampai ketukan kesepuluh
terlelap dalam tiupan pelan rasa kantuk
aku lelah.otakku terengah
selalu saja hitungan itu berulang
ta bertambah atau berkurang
satu,dua,tiga,selanjutnya ... hingga sepuluh...
lalu ku ulangi lagi
dan terus berputar
semakin kantuk mendekap dalam kepasrahan lahiriah insani
tetap menggelayut bintang didepan mata
meredup pandangan tajam mata
aku tertegun mesranya angin AC ruangan ini
semakin dalam aku berenang memasuki tiap angan ta berbayang
siang yang melelahkan
beberapa masalah dari ujung matahari tersenyum hingga matahari mulai lelah berpijar
memendam tiap rasa yang ta akan bisa tergantikan
tertumpuk dalam kepingan lelah yang semakin berat
aku kantukkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk

Komentar
Posting Komentar