Tipu Tertipu Menipu (Esai)
Hai , apa kabar burung - burung manyar yang dengan girangnya terbang berharap ikn dan udang kecil dari pinggir dermaga. Kadang bahkan manusia lelah berpikir kenapa kau hanya sesekali ketengah samudra padahal ditengah sana berjuta ikan kecil berada. Lalu Ia(manusia) juga lupa untuk apa Ia(manusia) turut mencari mkna terbangmu disaat mentari mempesona.
Lantas apa makna Ia(manusia) berdiri menikmati indah kepakan sayapmu , terpaan sayapmu , hingga detik Ia(manusia) berucap "nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan". Jadi sebenarnya siapa yang menipu diri, burung manyar dan kumpulan udang serta ikan kecilnya , atau manusia yang lupa hakikat beradanya dipinggiran dermaga dunia.
Benarkah dengan melihatmu indah dengan kepakan sayapnya Aku akan tertegun malu pada nikmat indah surgawi dunia. Atau justru suasana pinggiran dermaga yang membuat Aku menikmati indahnya dunia. Aku malu pada burung manyar yang bebas dengan keindahannya, ia tak tertipu dengan nikmat tengah samudera , padahal dihamparkan berjuta udang dan ikan untuknya. Manyar tetap menunjukan keindahannya pada Ia(manusia) dalam menikmati indahnya dermaga ini.
Hello kau manyar, ia , dan aku. Kapankah kita bertemu dan menjamu saat mentari hadir dan senja merona diufuk sana ?
Lantas apa makna Ia(manusia) berdiri menikmati indah kepakan sayapmu , terpaan sayapmu , hingga detik Ia(manusia) berucap "nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan". Jadi sebenarnya siapa yang menipu diri, burung manyar dan kumpulan udang serta ikan kecilnya , atau manusia yang lupa hakikat beradanya dipinggiran dermaga dunia.
Benarkah dengan melihatmu indah dengan kepakan sayapnya Aku akan tertegun malu pada nikmat indah surgawi dunia. Atau justru suasana pinggiran dermaga yang membuat Aku menikmati indahnya dunia. Aku malu pada burung manyar yang bebas dengan keindahannya, ia tak tertipu dengan nikmat tengah samudera , padahal dihamparkan berjuta udang dan ikan untuknya. Manyar tetap menunjukan keindahannya pada Ia(manusia) dalam menikmati indahnya dermaga ini.
Hello kau manyar, ia , dan aku. Kapankah kita bertemu dan menjamu saat mentari hadir dan senja merona diufuk sana ?
Komentar
Posting Komentar