Arti sahabat lebih dari kata "aku"
Seseorang yang selalu membantu kita tanpa mengharap apapun selain senyuman kita, yang mengerti, yang memahami dan menerima kita apa adanya.Beberapa dari kita menyebutnya sahabat perjalanan hidup. Sebagian lebih sederhana mengatakan teman seperjuangan. Bagi yang romantis menyatakan kekasih hati. Teruntuk yang telah menikah mengakui bahwa Tuhan menciptakannya agar kita tidak merasa kesepian. Kenapa bersahabat? Benarkah hidup terlalu keras untuk dijalani seorang diri? Atau karena kita ingin menumpahkan rasa sayang dan cinta yang ada dalam hati? Mungkinkah karena kita memiliki sesuatu yang sejalan hingga kita menyamakan orang lain dengan apa yang kita rasakan? Siapa yang kau anggap sahabat? Apakah seseorangyang tiada pernah menyakitimu? Mungkinkah seseorang yang tidak akan pernah meninggalkanmu? Betulkah seseorang yang kamu memutuskan untuk mempercayainya? Atau seseorang yang tidak pernah mengatakan kebaikannya padamu?Seumpama kita bisa mendengar hati orang lain danmemang benar mau mendengar? Tak pernah ada yang mempunyai cita-cita untuk jadi orang jahat dan hidup tidak berbahagia. Seandainya kita bisa melihat dan memang benar mau melihat? Ketika seseorang tengah tertidur pulas Kita akan bisa untuk lebih berfikir beberapa kali sebelum berani sekedar berprangsangka keji apalagi untuk menyakitinya.. Tetapi kenapa itu terkadang terpaksa harus dilakuan?Disaat kita tiba-tiba merasa peduli dengan seseorang, kita seolah bisa merasakan apa yang sedang menjadi bebannya dan kita ingin meringankannya. Namun terkadang kita sangat acuh kepada seseorang yang benar-benar membutuhkan kita.Apa yang kita cari? Untuk siapa dan untuk apa kita di ciptakan didunia ini? Apa beda kita dengan orang lain?Sedalam kelemahan kita harusnya kita lebih sering berkata "maaf" dibanding "aku" jika kita memang manganggapnya sahabat. Setinggi keinginan kita harusnya kita lebih berbahagia berkata "aku tidak mau merepotkanmu" dibanding "mengertilah diriku"jika kita telah mengerti bahwa dia sahabat kita.({})
Komentar
Posting Komentar