Tangis Tawa diOrganisasi

Ingatan

Kadang lucu kalau teringat lagi masa dimana aku pertama kali injakan kaki di kampus itu. Aku yang dekil, pendiam, ta terlalu banyak sensasi. Namun hingga detik akhir, aku mamph tunjukan bahwa aku mampu tuk gapai impianku dalam waktu yang sama.

Pertama aku masuk ruang kuliah, teman2 pasti anggap aku sesuatu yang entah bagaimana... ada yg suka berlebihan, ada juga yg anggapku saingan. Pernah satu waktu disemesterku yg ke empat waktu ditempat kuliah, ada temen yg meributkan masalah temen deketnya yg keseringan komunikasi denganku saat itu. Aku ta anggap pusing apa yg mereka  bicarakan. Ada pula temanku yang selalu berlebihan memujaku, meskipun aku anggap itu hanyalah gurau semata, namun hal itu terkadang membuatku tak nyaman ketika dilihat orang banyak apalagi dosen kampusku.

Tapi syukur alhamdulillah, apa yang aku pelajari dari teman2 dikampus membuat aku tahu tentang segala macam sistem organisasi. Dari cara berfikir, memecahkan masalah, sampai mengkoordinasikan segala hal dalam satu waktu. Aku jadi mengerti organisasi bukan hanya pandai bersilat lidah atau mengungkapkan pendapat, akan tetapi bagaimana membuat admin yang jelas untuk seluruh kegiatan. Dan itu bukan hal yang mudah untuk dilakukan seseorang.

Ketika seseorang hilang langkah setelah ikut organisasi, kadang ia akan meninggalkan satu dua hal yang merupakan wajibnya untuk dilakukan, dan itu terlihat jelas dari teman2ku diorganisasi tersebut. Ada sebagian temanku yang kuwalahan membagi waktunya belajar dikampus, dirumah, dan diorganisasi. Tak sedikit pula yg lebih memilih keluar dari organisasi dan ta mau tau lagi tentangnya. Namun, aku tetap gagahnya, dengan bangganya tetap kupakai baju tunas kelapaku hingga akhir. Kubanggakan setiap pengalaman yg aku dapatkan dari organisasi itu. Aku dan beberapa temanku telah buktikan, kami mampu, kami bisa, lewati segala waktu yang beberapa orang bilang itu sulit dilakukan. Tapi kami berhasil membagi waktu belajar dikampus, menyelesaikan tugas tepat waktu, mendapat predikat memuaskan,  dan kami dapat pengalaman lebih dari sekedar berkutat dengan buku diperpustakaan. Kami dapat teman yg luar biasa, berbagi senang dan duka, tertawa serta sedih bersama, dan itu jadi hal yang luar biasa. Terimakasih tunas kelapa, terimakasih kampusku, terimakasih temanku, terimakasih perpustakaan, terimakasih INDONESIA.

Komentar

Postingan Populer