Paragraf Pagi Hari ( CERPEN )


PARAGRAF PAGI HARI
Karya : Edi Trinarto,S.Pd

Pagi hari ini menggelayut mendung diatas langit nan redup,mentari enggan memancarkan indahnya dari balik gelap awan yang menutupi. Enggan rasa beranjak menapaki dingin bumi dengan kaki rapuhku. Entahlah tiap pagi kurasa aku semakin rapuh dengan segala kekurangan yang ada didiriku. Lemah suaraku semakin menutupi tiap coretan kapur putih dipapan tulis hitam tiap aku mengajar menandakan aku telah letih. Namun, tiap coretan itu pula yang menandakan ilmu yang aku punya bermanfaat dan dapat dibagikan hingga aku bisa tersenyum bahagia.
Pagi ini kulaju si merah dengan sedikit kencang, mendung yang menggelayut dan rintik hujan yang menerpa tak jadi beban dihatiku. Justru yang aku takutkan adalah anak – anak pasti akan kecewa jika aku terlambat  memberikan jam tambahan pagi ini. Hampir sebulan aku mengisi jam tambahan pagi dan siang, sebenarnya jam tambahan dari sekolah hanya siang hari. Namun, anak – anak tetap ingin jam pagi yang telah aku dan anak – anak lakukan dari satu bulan yang lalu tetap berjalan.
Perjalanan yang sungguh mengasyikan, tiap detik yang sungguh menyenangkan. Aku tak akan lupa pemandangan indah yang alam suguhkan memanjakan mataku tiap aku laju menuju kesekolah tempatku mengajar. Embun – embun pagi diatas padi dan pohon jagung yang ranum menggumpal membentuk kesejukan dimata. Hamparan luas tanam pesawahan yang memanjakan mata. Bahkan desir angin pagi yang menghembuskan ketakjuban akan alam dan ciptaan yang kuasa.
Dalam hatiku “ Pagi ini, Aku pasti terlambat! Huftp,gara – gara bingung kelamaan mikir bawa laptop apa ngga sieh???? Payah……. “
Setelah melewati pemandangan sawah yang membuat hati tentram,kulihat sekolah yang berdiri dengan gagahnya,meski bangunannya sudah tua tapi tetap kokoh berdiri menaungi tiap siswa dan guru yang ingin menimba ilmu. Gerbang hitam yang baru dipasang hari senin yang lalu,terbuka dan pintu – pintu kelas, ruang guru, dan ruang lainnya sudah terbuka dan siap menyambut tiap insan yang ingin membangun bangsa.
Motor merah ini kulaju memasuki halaman depan sekolah dengan lapangan luas menghampar dan Nampak Mushola kecil disebelah kanan dan warung kecil disebelah kiri menghiasi halaman itu….
“wah, parkiran sepeda masih sepi…. Nampaknya belum ada anak yang sampai disekolah…. “ pikirku.
Motor kuparkirkan dibawah pohon mangga besar didepan ruang kantor TU, helm putih yang selama ini melindungi dari panas dan hujan aku sandingkan di kaca sein menutupi pedal gas tangan dengan pasnya. Pasangan yang kompak!
“Assalamualaiku….. “ dari sebelah utara ( tempat parkiran sepeda siswa ) berjalan seorang siswi sambil menjulurkan tangannya dan mengucapkan salam padaku. Siswi kelas IX yang pada saat – saat ini sering menangis dan mengingat ibunya ketika pelajaran mulai. Siswi yang sebenarnya mengharapkan sebagian perhatian lebih dari gurunya dan selalu menginginkn kedekatan untuk mengisi ruang kasih kosong didalam hatinya.
Memang baru menjelang satu tahun aku mengajar di sekolah ini. Namun, entahlah kedekatan dengan siswa dan keceriaan siswa dalam sekolah selalu mengisi hariku. Senyum mereka dan sedih mereka selalu dibagi denganku dan itu menjadikanku lebih dekat dengan siswa serta mudah beekomunikasii dengan mereka.
Langkahku tegap menuju ruang kantor, tas punggung yang berisi laptop yang sudah dua tahun setia menemani ku jatuhkan diatas kursi yang hampir satu tahun ini kutempati. Jaket hitam kusam yang telah setia melindungi dari dingin dan panas serta setia menemani dalam hujan kusampirkan diatas sandaran kursi yang kutempati.
“ wah, jaketku sedikit basah…… “ ucapku sambil menyandarkanya.
Dua buah handphone yang setia kugunakan,kurogoh dari kantong baju PSH dan kusimpan didalam laci meja tempat duduk ku. Sebelum kututup laci itu, kutekan salah satu tombol handphone yang aku punya memeriksa apakah ada pesan atau telepon masuk saat aku dalam perjalanan tadi.
“ Tut,,,,,,,, “ “ wah dua handphone ku tak ada pesan satupun masuk,ya sudahlah…. “ Ucapku.
“ Klrek…….. “ Lacipun aku tutup dan bergegas buku ringkasan materi aku sambar dan melangkah menuju sebuah kelas yang beberapa siswa telah menungguku.
“ masih sepi, Ika……… “ ucapku pada salah satu siswi yang sedang melangkah berjalan kebelakang.
“ baru Ika sama Indah,Pa………. “ balasnya.
“ wah,masih ada waktu untuk mengingat materi yang akan aku berikan buat anak – anak…… aku baca buku ringkasan ini dulu,akh…… “
Setelah masuk kedalam ruang kelas, segerakan aku duduk diatas bangku kursi guru yang telah menantiku, segera kubuka dan kubaca tiap deret materi yang tertulis didalam buku itu.
Ta lebih lima menit mataku tertuju pada materi paragraf yang ada dihadapanku….. diam membisu, menelaah tiap baris yang ingin dimaksudkan dari tiap deret kalimatnya. Mencoba mengingat apa yang diinginkan tiap paragraph dan mencari cara mudah menyampaikan kepada siswa dikelas nanti.

Bersambung......................................

Komentar

Postingan Populer